LPM UNAND Jadi Tuan Rumah Lokakarya Penjaminan Mutu 39 PTN Wilayah Barat

  • Home
  • / LPM UNAND Jadi Tuan Rumah Lokakarya Penjaminan Mutu 39 PTN Wilayah Barat

PADANG — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Andalas (UNAND) menjadi tuan rumah Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu II Tahun 2026 pada 8–10 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti 39 perguruan tinggi negeri (PTN) wilayah barat ini membahas perubahan kebijakan akreditasi, penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam tata kelola pendidikan tinggi.

Mengusung tema “Kebijakan AIPT melalui SAPTO 2.0 dalam Mendukung Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 juncto Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026”, lokakarya menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk menyamakan pemahaman atas perkembangan regulasi dan memperkuat pelaksanaan penjaminan mutu secara berkelanjutan.

Rektor UNAND, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., membuka kegiatan di Convention Hall UNAND pada Kamis (8/10). Ia menyampaikan bahwa peningkatan mutu memerlukan kerja sama dan komitmen seluruh unsur perguruan tinggi.

“Upaya peningkatan kualitas tidak dapat hanya bergantung pada individu atau unit tertentu, melainkan harus dilakukan secara terintegrasi,” katanya.

Efa berharap lokakarya menghasilkan rumusan dan solusi untuk menyikapi perkembangan instrumen akreditasi sekaligus memperkuat budaya mutu. Ia juga menyebut UNAND terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan akreditasi dan pengakuan internasional. Saat ini, 42 program studi di UNAND telah terakreditasi internasional, sementara proporsi program studi berpredikat Unggul mendekati 60 persen.

Ketua LPM UNAND, Prof. dr. Hardisman, M.HID., Dr.PH., FRSPH, mengatakan lokakarya tidak hanya membahas kebijakan akreditasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi untuk bertukar pengalaman dan praktik baik. Peserta dapat mempelajari pendekatan yang digunakan institusi lain serta membahas tantangan dalam peningkatan mutu pendidikan.

“Forum ini juga menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dan wawasan. Dengan begitu, kita bisa saling belajar untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi,” ujarnya.

Hardisman menjelaskan, penjaminan mutu kini semakin menekankan pelaksanaan SPMI secara berkelanjutan. Akreditasi, katanya, perlu mencerminkan proses nyata di perguruan tinggi, termasuk relevansi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Akreditasi bukan lagi sekadar pemenuhan dokumen administratif pada saat asesmen lapangan, melainkan potret pelaksanaan SPMI yang berjalan secara berkelanjutan, sekaligus mencerminkan relevansi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi perlu menyelaraskan indikator kinerja dan mengintegrasikan budaya mutu ke dalam tata kelola kampus. Penguatan mutu juga dapat dilakukan melalui pertukaran praktik baik, pembandingan kinerja, dan kemitraan strategis. Perguruan tinggi yang telah mencapai keunggulan diharapkan dapat berbagi pengalaman dan mendampingi institusi yang masih berkembang.

Bahas Pemanfaatan AI dalam Penjaminan Mutu

Lokakarya juga membahas potensi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam tata kelola pendidikan tinggi. Menurut Hardisman, AI dapat mendukung pemanfaatan data berskala besar dan analitik prediktif, antara lain untuk memantau keberhasilan studi mahasiswa, mengevaluasi relevansi kurikulum secara waktu nyata, serta membantu otomasi evaluasi dokumen penjaminan mutu.

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, PTN di wilayah barat diharapkan dapat memperkuat ekosistem mutu pendidikan tinggi.

Ketua Forum Penjaminan Mutu BKS PTN Wilayah Barat, Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., juga menekankan pentingnya forum untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat kapasitas penjaminan mutu di tengah perubahan regulasi.

“Mutu tidak tumbuh dalam kesendirian. Mutu tumbuh ketika kita saling belajar, saling menguji, dan saling menguatkan,” ujarnya.

Lokakarya menghadirkan Dr. Fatah Nurdin, M.M., dari Universitas Negeri Jakarta dan Dr. Ai Nur Sholehat, S.Pd., M.Pd., dari Universitas Siliwangi sebagai narasumber.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor I UNAND Prof. Syukri Arif; Ketua SAU Prof. Busyra Azheri; Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Ike Revita; Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Fery Andrianus; Dekan Fakultas Keperawatan Dr. Ns. Deswita; Sekretaris LPM UNAND Dr. Elly Delfia, S.S., M.Hum.; Kabag SPME Dr. Devi Analia; Kabag SPMI Prof. Denny Helard; serta tim LPM UNAND.(*)